Home » » Prinsip belajar

Prinsip belajar

Di Tulis Oleh Candra Wiranata on Jumat, 02 Maret 2012 | 7:09 AM




Prinsip belajar merupakan ketentuan atau hukum yang harus dijadikan pegangan di dalam pelaksanaan kegiatan belajar. sebagai suatu hukum, prinsip belajar akan sangat menentukan proses dan hasil belajar.

1. Motivasi
Motivasi berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas. Bila motornya tidak ada, maka aktivitas tidak akan tedadi; dan bila motornya lemah, aktivitas yang terjadi pun lemah pula. Motivasi belajar berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai oleh individu yang sedang belajar itu sendiri. Bila seseorang yang sedang berajar menyadari bahwa tujuan yang hendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya, maka motivasi belajar akan muncul dengan kuat. Motivasi belajar seperti itu disebut motivasi intrinsik atau motivasi internal. Jadi munculnya motivasi intrinsik dalam belajar, karena siswa ingin menguasai kemampuan yang terkandung di dalam tujuan pembelajaran.

Contoh:
Karim siswa Kelas IV suatu sekolah dasar, bersungguh_sungguh mempelajari matematika, karena ia menyadari bahwa kemampuan dalam bidang matematika bermanfaat sekali di dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lain: sri wahyuni sangat bersungguh-sungguh berajar seni suara, karena ia ingin menjadi penyanyi yang baik.

Coba sekarang perhatikan contoh berikut ini:
Tukiman, siswa Kelas II, bersungguh-sungguh belajar karena ayahnya menjanjikan sepeda mini bila ia menjadi siswa terbaik. contoh lain: Aminah sungguh-sungguh belajar, karena ibu gurunya pernah memberikan pujian saat ia memperoleh nilai terbaik.

Dua contoh terakhir memiliki perbedaan dari dua contoh sebelumnya (kasus Karim dan Sri Wahyuni). Terlihatkah di mana letak perbedaannya? Ya, pada dua contoh terakhir (kasus Tukiman dan Aminah), mereka sungguh- sungguh belajar bukan karena ingin menguasai kemampuan yang terkandung di dalam pelajaran, akan tetapi karena ingin hadiah atau pujian. Jadi tujuan yang ingin mereka raih berada di luar tujuan pelajaran yang mereka pelajari. Motivasi seperti itu disebut motivasi ekshinsik atau motivasi eksternal. Keempat contoh kasus tersebut memiliki persamaan, yaitu semua siswa tersebut memiliki dorongan belajar, walaupun kadarnya berbeda. Motivasi inirinsik disebut pula motivasi murni, karena muncul dari dirinya sendiri. Oleh karena itu, sedapat mungkin guru harus berusaha memunculkan motivasi intrinsik di kalangan para siswa pada saat mereka belajar; umpamanya dengan cara menjelaskan kaitan tujuan pembelajaran dengan kepentingan atau kebutuhan siswa. Memunculkan motivasi intrinsik di kalangan siswa-siswa kelas rendah memang agak sulit, karena pada umumnya mereka belum menyadari pentingnya pelajaran yang mereka pelajari. Memunculkan motivasi ekstrinsik dapat dilakukan antara lain dengan cara memberi pujian atau hadiah, menciptakan situasi belajar yang menyenangkan, memberi nasihat, kadang-kadang teguran. Kegiatan-kegiatan seperti itu sangat penting untuk dipertimbangkan guru di dalam membimbing siswa belajar. Sudahkah Anda melalrukan kegiatan-kegiatan seperti itu? Baiklah, untuk lebih memantapkan pemahaman Anda tentang prinsip motivasi belajar, silakan kerjakan dulu tugas berikut ini.
a. Tuliskan dua buah contoh upaya guru dalam membangkitkan motivasi intrinsik siswa.
b. Tuliskan pula tiga buah contoh upaya guru dalam membangkitkan motivasi ekstrinsik siswa.

Hasil pekerjaan Anda sebaiknya didiskusikan dengan guru lain atau dengan tutor.

2. Perhatian
Perhatian erat sekali kaitannya dengan motivasi bahkan tidak dapat dipisahkan. Perhatian ialah pemusatan energi psikis (pikiran dan perasaan) terhadap suatu objek. Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar makin baik, dan hasilnya akan makin baik pula. Oleh karena itu guru harus selalu berusaha supaya perhatian siswa terpusat pada pelajaran.

Memunculkan perhatian seseorang pada suatu objek dapat diakibatkan oleh dua hal.
Pertama, orang itu merasa bahwa objek tersebut mempunyai kaitan dengan dirinya; umpamanya dengan kebutuhan, cita-cita, pengalaman, bakat, dan minat.
Kedua, objek itu sendiri dipandang memiliki sesuatu yang lain dari yang lain, atau yang lain dari yang sudah biasa.

Perhatikan contoh kasus berikut ini.
a. Rukiah, salah seorang siswa di suatu sekolah dasar sangat tertarik dengan penjelasan ibu gurunya tentang perpindahan penduduk sehingga ia sungguh-sungguh memperhatikan pelajaran tersebut; karena ia pernah dibawa orang tuanya berhansmigrasi.
b. Sekelompok siswa di suatu sekolah dasar pada suatu waktu mengikuti pelajaran dengan penuh perhatian, karena guru mengajarkan pelajaran tersebut dengan menggunakan alat peraga, yang sebelumnya guru tersebut belum pemah melakukannya.
c. Sekelompok siswa sedang asyik mengerjakan tugas kelompok, dalam pelajaran Sains. Kelihatannya mereka sangat sungguh_sungguh mengerjakan tugas tersebut. Biasanya mereka belajar cukup dengan mendengarkan ceramah dari guru.

Ketiga contoh tersebut menggambarkan siswa belajar dengan penuh perhatian, akan tetapi penyebabnya berbeda. contoh pertama, Rukiah belajar dengan penuh perhatian, karena perajaran tersebut memiliki kaitan dengan pengalamannya (pelajaran tersebut ada kaitan dengan diri siswa). Pada contoh kedua, siswa belajar dengan penuh perhatian, karena guru mengajar dengan menggunakan alat peraga (cara guru mengajar lain dari kebiasaannya). Demikian pula pada contoh ketiga, siswa telajar dengan penuh perhatian karena guru menggunakan metode yang bervariasi (tidak hanya ceramah).

Dari uraian dan contoh tersebut dapat disimpurkan hal-hal berikut.
a. Belajar dengan penuh perhatian pada pelajaran yang sedang dipelajari, proses dan hasilnya akan lebih baik.
b. Upaya guru menumbuhkan dan meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
1) mengaitkan pelajaran dengan pengalaman, kebutuhan,cita-cita bakat, atau minat siswa, dan
2) menciptakan situasi pembelajaran yang tidak monoton' seperti penggunaan metode mengajar yang bervariasi, penggunaan media tempat belajar tidak terpaku hanya di dalam kelas saja'

Coba Anda pilih/tetapkan salah satu kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa serta pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa Anda ajarkan. Kemukakan, upaya-upaya apa yang harus Anda lakukan untuk:

a. Menarik Perhatian dengan cara mengaitkan pelajaran tersebut slswa dengan diri siswa (umpamanya dengan pengalaman mereka)'
b'Menarikperhatiansiswadengancaramenciptakansituasipembelajaran yang bervariasi (umpamanya dalam penggunaan metode mengajar)'

Pendapat Anda sebaiknya didiskusikan dengan guru lain atau dengan tutor Anda.

3. Aktivitas
Seperti telah dibahas di depan, bahwa belajar itu sendiri adalah aktivitas, yaitu aktivitas mental dan emosional' Bila ada siswa yang duduk di kelas pada saat pelajaran berlangsung, akan tetapi mental emosionalnya tidak ierlibat aktif di dalam situasi pembelajaran itu, pada hakikatnya siswa tersebut tidak ikut belajar. Oleh karena itu, guru jangan sekali. Kali membiarkan siswa tidak ikut aktif belajar. Lebih dari sekadar mengaktifkan siswa belajar guru harus berusaha meningkatkan kadar aktivitas belajar tersebut Kegiatan mendengarkan penjelasan guru, sudah menunjukkan adanya aktivitas belajar. Akan tetapi barangkali kadarnya perlu ditingkatkan dengan menggunakan metode-metode mengajar lain S"mfi hgi untuk memantapkan pemahaman Anda tentang upaya meningkatkan kadaraktivitas belajarsiswa coba Anda tetapkan salah satu kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa dan pokok bahasan dari salah satu mata pelajaran yang biasa Anda ajarkan. Silakan Anda ranang kegiatan-kegiatan belajar yang bagaimana yang harus dilakukan siswa' supaya kadar akt-ivitas belajar mereka ielatif tinggi. Bila sudah selesai, silakan diskusikan
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat Jejaring Sosial

Sahabat Blog

 
Support : Tag : Candra Wiranata | Aplikasi Pendidikan | Aplikasi Pendataan | Kurikulum 2013 | Konawe Selatan | Sulawesi Tenggara | Software Edukasi Copyright © 2013. Ngeblog Sambil Belajar - All Rights Reserved
PUTU OKA CANDRA WIRANATA