Home » » Konsep belajar

Konsep belajar

Di Tulis Oleh Candra Wiranata on Jumat, 02 Maret 2012 | 6:55 AM


Banyak pengertian belajar telah dikemukakan oleh para ahli. salah satu di antaranya ialah menurut Gagne (1985), bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu organisme berubah prilakunya sebagai akibat pengalaman. Dari pengertian belajar rersebut, terdapat tiga atribut pokok (ciru utama) belajar, yaitu: proses, perubahan perilaku, dan pengalaman.


l. Proses

Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. Seseorang dikatakan belajar bila pikiran dan perasaannya aktif. Aktivitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan tetapi terasa oleh yang bersangkutan (orang yang sedang belajar itu). Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran dan perasaan siswa. Yang dapat diamati guru ialah martifestasinya, yaitu kegiatan siswa sebagai akibat adanya aktivitas pikiran dan perasaan pada diri siswa tersebut.

Coba Anda ingat kembali kegiatan para siswa di dalam kelas. Anda mungkin akan mengingat bahwa ada siswa bertanya, siswa menjawab pertanyaan, siswa menanggapi, siswa melakukan diskusi, siswa memecahkan soal, siswa mengamati sesuatu, siswa melaporkan hasil pekerjaannya, siswa membuat rangkuman, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan tersebut hanya muncul karena ada aktivitas mental (pikiran dan perasaan). Sekarang timbul persoalan, bila siswa hanya duduk saja pada saat kita menjelaskan pelajaran kepada mereka, apakah siswa tersebut belajar? Bila siswa tersebut duduk sambil menyimak pelajaran yang kita jelaskan, maka siswa itu belajar, karena pada saat menyimak pelajaran berarti terjadi proses mental. Akan tetapi bila siswa duduk sambil melamun atau pikirannya melayang-layang ke hal lain di luar pelajaran yang sedang diajarkan, jelas siswa tersebut tidak sedang mencerna pelajaran yang sedang diajarkan.

Apakah belajar cukup hanya dengan cara mendengarkan penjelasan guru? Sudah barang tentu tidak cukup dengan cara itu saja. Mendengarkan atau menyimak melalui pendengaran hanya salah satu kegiatan belajar. Belajar yang baik tidak cukup asal terjadinya akrivitas mental saja, akan tetapi aktivitas mental dengan kadar yang tinggi.
Coba bandingkan aktivitas belajar berikut.
a. Aminah siswa Kelas V dengan penuh perhatian menyimak penjelasan guru, dan kemudian mencatatnya pada buku catatannya.
b. Sumarni siswa Kelas VI dengan dua orang temannya sedang serius mendiskusikan suatu persoalan pelajaran yang diajarkan guru kepada mereka.
c. Ahmad siswa Kelas VI bersama teman-temannya sedang tekun melakukan suatu percobaan dalam pelajaran Sains.

Dari ketiga aktivitas belajar tersebut aklivitas siswa mana yang kadar belajarnya rendah, dan yang mana yang kadamya tinggi?
Ya, pasti Anda memilih aktivitas belajar Sumarni dan Ahmad sebagai contoh aktivitas belajar yang kadarnya tinggi, sedangkan aktivitas belajar Aminah kadarnya rendah. Sekarang coba jelaskan makna pemyataan "belajar ialah proses mental dan emosional',! Silakan diskusikan dengan teman-teman Anda.

Supaya lebih mantap, sebelum kita lanjutkan ke atribut belajar berikutnya, coba Anda tentukan tujuan dari salah satu mata pelajaran yang Anda ajarkan. Kemudian tentukan kegiatan belajar yang bagaimana yang harus dilakukan siswa, supaya siswa belajar dengan kadar aktivitas mental yang tinggi. Hasil pemikiran Anda tersebut diskusikan dengan teman-teman atau diskusikan pada saat tutorial. Untuk membantu Anda, perhatikan contoh berikut.

Seorang guru kelas 1 sd dalam pembelajaran siswa dengan materi tolong menolong melakukanya dengan cara berikut. Setelah guru menjelaskan tujuan dan kemauan yang di harapkan dimiliki siswa serta kegiatan – kegiatan g diperankan siswa siswa mengelompokan siswa menjadi 4 kelompok. Selanjutnya guru meminta siswa untuk menerapkan kegiatan tolong menolong tersebut dan guru membimbingnya. Setelah kegiatan bermain peran selesai dilakukan, guru bersama siswa melakukan tanya jawab tentag kegiatan yang baru berlangsu serta manfaat kegiatan tolong menolong pada kegiata sehari – hari.

setelah Anda semua membuat skenario seperti contoh tersebut, coba diskusikan dengan teman-teman Anda apakah kegiatan belajar seperti itu termasuk kegiatan belajar yang kadarnya tinggi atau rendah; dan mengapa disebut berkadar tinggi atau rendah. coba diskusikan alasan-alasan Anda. Tentunya Anda harus membuat skenario dari masing-masing kegiatan belajar, baru didiskusikan bersama-sama. Anda dapai mengungkapkan pengalaman mengajar Anda yang sebenarnya di kelas.

2. Perubahan Perilaku

Hasil belajar berupa perubahan perilaku atau tingkah laku. Seseorang yang belajar akan berutah atau bertambah perilakunya, baik yang berupa pengetahuan, keterampilan, atau penguasaan nilai_nilai (sikap). Menurut para ahri psikologi tidak semua perubahan periaku dapat digolongkan ke dalam hasil belajar. perubahan perilaku karena kematangan (umpamanya seorang anak kecil dapat merangkak, duduk atau berdiri, lebih banyak disebabkan oleh kematangan daripada oleh belajar). Demikian pula perubahan perilaku yang tidak disadari karena meminum minuman keras, tidak digolongkan ke dalam perubahan perilaku hasil belajar. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar ialah perubahan yang dihasilkan dari pengalaman (interaksi dengan lingkungan), tempat proses mental dan emosional terjadi. perubahan perilaku sebagai hasil belajar dikelompokkan ke dalam tiga ranah (kawasan), yaitu: pengetahuan (kognitifl, keterampilan (psikomotorik), dan penguasaan nilai-nilai atau sikap (afektif). Ketigan ranah tersebut di dalam Kurikulum 2004 terkandung dalam rumusan kompetensi'

Coba perhatikan contoh berikut.
Kompetensi:
Siswa memiliki kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang baik'
Indikator:
a) Siswa dapat menjelaskan cara menggosok gigi yang benar'
b) Siswa dapat meragakan cara memegang sikat gigi yang benar'
c) Siswa dapat meragakan cara menggosok gigi yang benar'
d) Siswa dapat menjelaskan manfaat menggosok gigi yang dilakukan setiap hari dengan cara Yang benar.
e) Siswa menyadari pentingnya menggosok gigi untuk kesehatan gigi'

Rumusan tujuan pembelajaran nomor berapa yang dapat dikelompokkan kedalam ranah kognitif? Ya,bagus ; Anda sudah biasa merumuskannya bukan? Rumusan tujuan pembelajaran nomor satu dan empat termasuk ranah kognitif. Rumusan tujuan pembelajaran nomor dua termasuk ranah psikomotor, dan rumusan tujuan pembelajaran nomor lima termasuk ranah afektif.

Oleh karena perubahan perilaku siswa dalam proses pembelajaran menjadi sasaran atau tujuan yang akan menjadi acuan proses yang harus dicapai maka perubahan perilaku yang harus dimiliki siswa setelah proses pembelajaran selesai dilaksanakan harus dirumuskan lebih dulu.

Untuk memantapkan pemahaman Anda, silakan kerjakan dulu tugas di bawah ini.
a) Berikan tiga contoh perubahan perilaku yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok hasil belajar'
b) Rumuskan masing – masing tiga rumusan hasil belajar untuk ranah kognitif, ranah keterampilan, dan ranah afektif
c) Diskusikan pekerjaan Anda dengan guru lain atau bahas pada saat tutorial.

3. Pengalaman

Belajar adalah mengalami; dalam arti belajar terjadi di dalam interaksi antara individu dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial. contoh lingkungan fisik ialah: buku, alat peraga, dan alam sekitar. contoh lingkungan sosial, antara lain guru, siswa, pustakawan, dan kepala sekolah.

Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang memicu dan menantang siswa belajar. Guru yang mengajar tanpa menggunakan alat peraga, apalagi di kelas rendah kurang memicu siswa belajar lebih giat. Belajar dapat melalui pengalaman langsung dan melarui pengalaman tidak langsung. Belajar melalui pengalaman langsung, siswa belajar dengan melakukan sendiri atau dengan mengalaminya sendiri. Sebagai contoh, bila siswa mengetahui bahwa berat jenis minyak kelapa lebih kecil daripada berat jenis air, karena melakukan sendiri percobaan, maka belajar seperti itu disebut belajar melalui pengalaman langsung.

Akan tetapi biia siswa mengetahuinya karena membaca buku atau mendengarkan penjelasan guru, maka belajar seperti itu disebut belajar melalui pengalaman tidak langsung. Belajar dengan melalui pengalaman langsung hasilnya akan rebih baik karena siswa akan lebih memahami, dan lebih menguasai pelajaran tersebut. Bahkan pelajaran terasa oleh siswa lebih bermakna.

Perhatikan contoh kegiatan belajar berikut ini.
a) siswa Kelas IV mengamati bagian-bagian bunga dari bunga-bungaan yang mereka bawa dari tempat masing-masing.
b) Siswa Kelas III membuat bentuk persegi panjang dari kertas yang panjangnya 20 cm dan lebar l0 cm. Kemudian di pinggir persegi panjang tersebut dibubuhkan titik pada setiap jarak satu cm. Titik dengan titik yang berhadapan yang terdapat pada kedua pinggir yang panjang dihubungkan dengan garis. Demikian pula titik dengan yang berhadapan pada kedua pinggir lain. Akhirnya siswa memperoleh 200 kotak dengan ukuran satu x satu cm. Dari kegiatan itu siswa memperoreh rumus luas segi panjang: panjang X lebar.
c) Siswa Kelas V sedang asyik mendengarkan penjelasan guru mengenai perjuangan para pahlawan nasional melawan penjajah Belanda sekitar tahun 1948.

Kegiatan belajar mana menurut Anda yang termasuk belajar melalui pengalaman langsung? Kegiatan belajar nomor dua? Ya, betul. Dari kegiatan telajar tersebut siswa Kelas III memahami rumus luas persegi panjang, karena mereka menemukan sendiri melalui pengalaman langsung; bukan kata guru dan sementara siswa tinggal mencatatnya saja untuk dihafalkan' Lain rramya dengan kegiatan belajar nomor tiga. Mereka (siswa Kelas v itu) belajar melalui pengalaman tidak langsung.

Bagaimana kegiatan belajar nomor satu? Melalui pengalaman langsung atau bukan? walaupun bukan pengalaman langsung, akan tetapi belajar seperti itu melalui pengamatan langsung. Nilainya hampir sama dengan belajar melalui pengalaman langsung karena siswa mengamati langsung objek yang dipelajarinya. Sudah cukup jelaskah bahwa belajar pada hakikatnya melalui pengalaman? Ya, sudah cukup jelas bukan' Untuk memantapkan pemahaman Anda kerjakan dulu tugas di bawah ini.

a. Berikan dua buah contoh belajar melalui pengalaman langsung'
b. Berikan dua buah contoh belajar melalui pengamatan langsung
c. Berikan pula dua buah contoh belajar melalui pengalaman tidak langsung (dengan menggunakan alat peraga).

Pekerjaan Anda sebaiknya didiskusikan dengan guru lain atau dengan para tutor Anda. untuk selanjutnya, mari kita bahas implikasi konsep belajar terhadap pembelaj aran. tmptikasi konsep belajar yang telah kita diskusikan terhadap pembelajaran ialah sebagai berikut.
a. Pada prinsipnya, strategi pembelajaran digunakan guru untuk mengaktifkan siswa belajar (mental dan emosional)'
b. Perubahan perilaku siswa sebagai hasil belajar harus dirumuskan secara jelas dalam rumusan kompetensi yang mengandung tujuan pembelajaran atau indikator (pengetahuan, keterampilan, dan sikap)
c. Guru harus menyiapkan lingkungan belajar yang memicu dan menantang siswa belajar. Lingkungan yang memungkinkan siswa belajar dengan melalui pengalaman langsung atau pengamatan langsung hasilnya akan lebih baik daripada belajar dengan meralui pengalaman tidak langsung, apalagi jika guru mengajar hanya denlan metode ceramah tanpa menggunakan alat peraga.

Selanjutnya yang menjadi persoalan kita ialah hal_hal apa yang harus diperhatikan dan diupayakan supaya belajar terjadi secara baik. Untuk menjawab persoalan tersebut mari kita bahas prinsip-prinsip belajar.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat Jejaring Sosial

Sahabat Blog

Artikel Pilihan

DMCA.com
 
Support : Tag : Candra Wiranata | Aplikasi Pendidikan | Aplikasi Pendataan | Kurikulum 2013 | Konawe Selatan | Sulawesi Tenggara | Software Edukasi Copyright © 2013. Ngeblog Sambil Belajar - All Rights Reserved
PUTU OKA CANDRA WIRANATA